Pelaksanaan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) Panca Cinta di MIS Muhammadiyah Parambambe dan MIS Masino


Portalnewsedu--Takalar, 20 Januari 2026 – Pembukaan kegiatan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) Panca Cinta yang dilaksanakan di MIS Muhammadiyah Parambambe dan MIS Masino resmi dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Takalar, Bapak H. Solihin, S.Kom., MA. 

Dalam acara yang turut dihadiri oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Penmad) Kemenag Takalar, Dr. H. Mohammad Yahya, S.Ag., serta Ketua Pokjawas Madrasah, H. Muh. Amir H. S.Pd., MM, acara ini mendapat sambutan hangat dari peserta yang hadir.

Kegiatan ini juga didampingi oleh dua fasilitator utama, yakni Ketua Pokjawas Madrasah Takalar  H. Muh. Amir H. S.Pd., MM dan Pengawas Damping  Mustainah S.Pd.,M.Pd ,Keduanya telah menjalani pelatihan intensif yang dipandu oleh Fasilitator Nasional di Makassar dan kini bertugas membimbing para guru dan peserta didik dalam penerapan KBC Panca Cinta di madrasah Kabupaten Takalar.

Dalam sambutannya, Bapak H. Solihin, S.Kom., MA, menyampaikan harapannya agar kurikulum ini dapat memberikan dampak positif dalam pengembangan karakter dan keilmuan siswa. 

"Kurikulum Berbasis Cinta ini bukan hanya menekankan pada pengajaran ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter dan cinta terhadap ilmu serta lingkungan sekitar," ujar H. Solihin.

Kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya memperkenalkan konsep moderasi beragama yang menjadi bagian dari implementasi kebijakan Kementerian Agama. Diharapkan dengan adanya KBC Panca Cinta, para siswa akan lebih mengenal nilai-nilai cinta yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam berinteraksi dengan sesama, maupun dalam membangun hubungan yang harmonis dengan Tuhan dan alam sekitar.

Selama kegiatan berlangsung, fasilitator utama akan memberikan bimbingan kepada para guru untuk memastikan materi yang disampaikan sesuai dengan tujuan kurikulum ini, yang mengedepankan pembelajaran yang berbasis pada nilai-nilai cinta, kasih sayang, dan moderasi dalam kehidupan beragama.

Acara ini diharapkan dapat memberikan pengaruh positif bagi kedua madrasah dan menjadi model yang dapat diterapkan di madrasah lainnya di Kabupaten Takalar.




Lebih baru Lebih lama