MEMANFAATKAN WAKTU SEBELUM DATANGNYA PENYESALAN

 

KHUTBAH JUMAT

MEMANFAATKAN WAKTU SEBELUM DATANGNYA PENYESALAN

Khutbah Pertama

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Ketakwaan adalah bekal terbaik dalam perjalanan hidup kita menuju kehidupan yang kekal di akhirat.

Pada kesempatan yang mulia ini, marilah kita renungkan salah satu nikmat Allah yang sering kita abaikan, yaitu nikmat waktu.

Jamaah yang dirahmati Allah,

Waktu adalah sesuatu yang sangat berharga. Harta yang hilang masih mungkin dicari kembali. Barang yang rusak masih mungkin diperbaiki. Tetapi waktu yang telah berlalu tidak akan pernah kembali.

Allah SWT bahkan bersumpah dengan waktu dalam Al-Qur’an:

وَالْعَصْرِ ۝ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍ ۝ إِلَّا الَّذِيْنَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

"Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran."
(QS. Al-'Ashr: 1–3)

Perhatikanlah, Allah bersumpah dengan masa atau waktu, kemudian Allah menyatakan bahwa manusia berada dalam kerugian.

Mengapa?

Karena setiap detik yang berlalu sebenarnya adalah bagian dari umur kita yang berkurang.

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Kita sering mengatakan, "Masih ada waktu."

Masih ada waktu untuk belajar.
Masih ada waktu untuk beribadah.
Masih ada waktu untuk membaca Al-Qur'an.
Masih ada waktu untuk berbuat baik.
Masih ada waktu untuk meminta maaf kepada orang tua.
Masih ada waktu untuk memperbaiki diri.

Namun kita tidak pernah tahu, apakah kita benar-benar masih memiliki waktu tersebut.

Berapa banyak orang yang pagi hari masih sehat, tetapi sore harinya telah meninggal dunia?

Berapa banyak orang yang hari ini masih bersama keluarganya, tetapi besok sudah berada di dalam kubur?

Karena itu, Rasulullah SAW mengingatkan kita tentang dua nikmat yang sering disia-siakan. Beliau bersabda:

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيْهِمَا كَثِيْرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

"Ada dua nikmat yang banyak manusia tertipu dan merugi karenanya: kesehatan dan waktu luang."
(HR. Bukhari)

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Sering kali kita baru menyadari mahalnya waktu ketika kesempatan itu sudah tidak ada.

Seorang pelajar mungkin baru menyadari pentingnya belajar ketika kesempatan sekolah telah berlalu.

Seorang anak mungkin baru menyadari betapa berharganya orang tua ketika mereka telah tiada.

Seseorang mungkin baru ingin memperbanyak amal ketika ajal telah datang.

Namun ketika kematian datang, tidak ada lagi kesempatan untuk menambah satu rakaat salat, satu halaman Al-Qur'an, satu sedekah, atau satu kebaikan.

Allah SWT berfirman:

حَتَّىٰ إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ ۝ لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ

"Hingga apabila kematian datang kepada seseorang dari mereka, dia berkata: 'Ya Tuhanku, kembalikanlah aku, agar aku dapat berbuat kebajikan yang telah aku tinggalkan.'"
(QS. Al-Mu'minun: 99–100)

Tetapi permintaan itu tidak akan dikabulkan.

Maka sebelum datangnya penyesalan, marilah kita gunakan waktu yang Allah berikan kepada kita sebaik-baiknya.

Gunakan waktu untuk beribadah.

Gunakan waktu untuk mencari ilmu.

Gunakan waktu untuk bekerja dengan jujur.

Gunakan waktu untuk mendidik anak-anak.

Gunakan waktu untuk berbakti kepada orang tua.

Gunakan waktu untuk membantu sesama.

Dan jangan biarkan sebagian besar waktu kita habis hanya untuk perkara yang tidak memberikan manfaat bagi dunia maupun akhirat.

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Mari kita bertanya kepada diri kita masing-masing:

Untuk apa umur kita selama ini?

Berapa banyak waktu yang kita habiskan untuk Allah?

Berapa banyak waktu yang kita habiskan untuk keluarga?

Berapa banyak waktu yang kita habiskan untuk mencari ilmu?

Dan berapa banyak waktu yang justru kita habiskan untuk hal-hal yang tidak berguna?

Semoga pertanyaan-pertanyaan ini menjadi bahan renungan bagi kita semua.

بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.


Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Marilah kita manfaatkan sisa umur kita dengan sebaik-baiknya. Jangan menunggu menjadi tua untuk rajin beribadah. Jangan menunggu sakit untuk menghargai kesehatan. Jangan menunggu kehilangan untuk menghargai orang-orang yang kita cintai.

Selagi masih ada waktu, berbuatlah baik.
Selagi masih sehat, beribadahlah.
Selagi masih muda, carilah ilmu.
Selagi masih bersama orang tua, berbaktilah.
Selagi masih diberi kehidupan, persiapkan bekal untuk akhirat.

Semoga Allah menjadikan waktu yang kita miliki sebagai waktu yang penuh keberkahan dan menjauhkan kita dari kehidupan yang sia-sia.

Doa

اللّٰهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي أَعْمَارِنَا، وَبَارِكْ لَنَا فِي أَوْقَاتِنَا، وَاجْعَلْ أَوْقَاتَنَا فِي طَاعَتِكَ وَرِضَاكَ.

اللّٰهُمَّ أَعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ.

اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا، وَلِوَالِدَيْنَا، وَلِجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.

اللّٰهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا، وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا.

اللّٰهُمَّ اخْتِمْ لَنَا بِالْإِيْمَانِ وَالْإِسْلَامِ، وَاجْعَلْ خَيْرَ أَعْمَارِنَا أَوَاخِرَهَا، وَخَيْرَ أَعْمَالِنَا خَوَاتِمَهَا.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللّٰهِ، إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ.

فَاذْكُرُوا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ، وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ.

 

Lebih baru Lebih lama